Mengenal Hutan Kerangas di Gunung Palung Kayong Utara, Ekosistem Langka yang Tumbuh di Tanah Miskin Hara

0

Di balik megahnya Taman Nasional Gunung Palung di Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersimpan salah satu ekosistem paling unik dan langka di dunia — Hutan Kerangas. Berbeda dari hutan hujan tropis pada umumnya, hutan ini justru tumbuh di atas tanah yang miskin unsur hara, berpasir, dan sangat asam.

Apa Itu Hutan Kerangas?

Kata “kerangas” berasal dari bahasa Dayak Iban yang berarti “tanah yang tak bisa ditanami padi.” Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai tipe hutan hujan tropis yang umumnya terdapat di Kalimantan — tumbuh di atas tanah podsol dengan pH 3-4 dan kandungan hara yang sangat rendah.

Secara teknis, hutan kerangas berkembang di atas tanah podsol dan pasir kuarsa. Sebagian besar sebarannya berada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah — menjadikannya ekosistem yang eksklusif dan tidak banyak ditemukan di tempat lain di dunia.

Salah Satu dari Tujuh Ekosistem Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung di Kayong Utara dikenal memiliki tujuh tipe ekosistem berbeda dalam satu kawasan — dari hutan rawa gambut, hutan kerangas, hutan dataran rendah, batuan granit, hingga hutan pegunungan. Keberagaman ini menjadikan Gunung Palung sebagai salah satu kawasan konservasi paling kaya dan beragam di Indonesia.

Di dalam hutan kerangas, flora yang tumbuh sangat khas dan berbeda dari hutan biasa. Beberapa jenis tumbuhan yang bisa ditemukan antara lain kantong semar, anggrek hutan, cemara balon, dan geronggang — tumbuhan-tumbuhan yang telah beradaptasi secara luar biasa untuk bertahan di kondisi tanah yang ekstrem.

Fungsi Vital yang Sering Terlupakan

Meski tanahnya miskin hara, hutan kerangas memegang peran krusial bagi keseimbangan alam. Ekosistem ini berfungsi menjaga aliran air di sekitar kawasan, menjaga kualitas udara, serta menjadi habitat penting bagi beragam satwa liar. Hutan kerangas juga memiliki fungsi biokimia penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Sayangnya, hutan kerangas termasuk ekosistem yang sangat rapuh. Sekali rusak akibat pembukaan lahan atau kebakaran, ekosistem ini sangat sulit untuk pulih kembali. Menjaga hutan kerangas berarti menjaga salah satu warisan alam Kayong Utara yang tak ternilai harganya.

Baca juga:
Kubu Raya Matangkan Lahan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi dan GOR, Pertimbangkan Satu Kawasan Terpadu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *