Satu-Satunya di Kalbar, Kayong Utara Dipercaya Program Pendidikan Didanai World Bank, UNICEF, dan UNESCO

Di antara ratusan kabupaten di Indonesia, Kayong Utara terpilih sebagai satu-satunya kabupaten di Kalimantan Barat yang mendapat kepercayaan program KREASI — sebuah program penanganan Anak Tidak Sekolah yang didanai Global Partnership for Education, konsorsium World Bank, UNICEF, dan UNESCO.
Kepercayaan Kelas Dunia untuk Kayong Utara
Project Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, menjelaskan bahwa program ini hanya dilaksanakan di empat provinsi di Indonesia — Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Di Kalimantan Barat, Kayong Utara menjadi fokus utama pelaksanaannya.
“Khusus di Kabupaten Kayong Utara, kegiatan ini didanai oleh Global Partnership for Education yang merupakan konsorsium World Bank, UNICEF, dan UNESCO, serta disalurkan melalui DFAT Australia. Pemerintah Australia memandang Pemerintah Indonesia sebagai mitra strategis,” ungkap Rezky.
Perangkat Desa Turun Langsung Cari Anak yang Belum Sekolah
Tapi kepercayaan kelas dunia ini tidak berhenti di ruang rapat. Dalam Workshop Tindak Lanjut Musrenbang yang digelar di Mahkota Hotel, Sukadana, Senin (19/10/2026), perangkat desa dari seluruh Kayong Utara dilibatkan langsung untuk memvalidasi data Anak Tidak Sekolah di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading, menegaskan bahwa perangkat desa adalah ujung tombak penanganan ATS karena merekalah yang paling tahu kondisi nyata di lapangan.
“Pihak desa sebenarnya lebih tahu mengenai data riil anak tidak sekolah di wilayahnya. Kita perlu melakukan kerja sama untuk validasi dan perekaman data anak-anak yang belum terjangkau pendidikan,” kata Jumadi.
Dengan data yang akurat dari tingkat desa, pemerintah daerah berharap penanganan ATS di Kayong Utara bisa semakin tepat sasaran — memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dari bangku sekolah.
Baca juga:
Bupati Romi: Titik Api Karhutla di Kayong Utara Kini Nol, Dana Rp20 Miliar Bakal Diaudit