Masjid Agung Oesman Al-Khair, Ikon Wisata Religi Terapung di Sukadana

Kabupaten Kayong Utara tak hanya kaya akan wisata alam, tapi juga punya destinasi wisata religi yang megah dan sarat makna, yaitu Masjid Agung Oesman Al-Khair. Berlokasi di Jalan Kota Karang, Kelurahan Sutera, Kecamatan Sukadana, masjid ini dikenal luas sebagai masjid terapung karena posisinya yang menjorok ke laut sehingga tampak seolah mengapung di atas air saat air laut pasang.
Pembangunan masjid ini dimulai sejak 2012 dan rampung pada Oktober 2016, dengan proses konstruksi yang memakan waktu lebih dari tiga tahun. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2016, bertepatan dengan gelaran Sail Selat Karimata. Nama “Oesman Al-Khair” diambil dari tokoh nasional asal Kalimantan Barat, yang mewakafkan tanah sekaligus menjadi penggagas utama pembangunan masjid ini sebagai simbol kemajuan dan keharmonisan umat di Kayong Utara.
Dari segi arsitektur, masjid ini mengusung gaya Maroko dengan dominasi warna putih yang memberi kesan suci dan elegan, sekaligus berfungsi memantulkan panas matahari tropis. Interiornya dihiasi kaligrafi indah karya Imam Masjid Agung Yogyakarta. Dengan sembilan kubah dan empat menara yang menjulang, masjid ini mampu menampung hingga 3.000 jemaah, bahkan bisa mencapai 5.000 jemaah saat acara tabligh akbar berlangsung.
Selain menjadi pusat ibadah, Masjid Agung Oesman Al-Khair juga jadi spot wisata favorit warga dan wisatawan. Suasana sore hari di sekitar masjid ini istimewa, dengan hembusan angin laut yang sejuk berpadu latar perbukitan hijau serta panorama laut yang menenangkan. Banyak pengunjung datang khusus untuk beribadah sekaligus mengabadikan momen di sekitar area masjid.
Sebagai ikon religi sekaligus arsitektur di tepi laut, Masjid Agung Oesman Al-Khair menegaskan posisi Kayong Utara bukan hanya sebagai daerah dengan kekayaan wisata bahari, tapi juga wisata religi yang layak dibanggakan. Bagi yang berkunjung ke Sukadana, menyempatkan diri singgah ke masjid megah ini jadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.