Mengenal Tradisi dan Adat Istiadat Melayu Kayong yang Kaya dan Penuh Makna

Di balik keindahan alam Kayong Utara, tersimpan kekayaan budaya yang tak kalah memukau. Masyarakat Melayu Kayong — salah satu suku tertua yang mendiami wilayah ini — mewariskan tradisi dan adat istiadat yang kuat, santun, dan sarat makna dari generasi ke generasi. Berikut beberapa tradisi khas yang masih hidup dan dijaga hingga kini.
Tepung Tawar, Ritual Penghormatan yang Tak Lekang Zaman
Upacara tepung tawar adalah salah satu ritual paling ikonik dalam budaya Melayu Kayong. Dilaksanakan dalam berbagai momen penting — mulai dari penyambutan tamu kehormatan, perkawinan, khitanan, hingga memasuki rumah baru — tepung tawar menjadi simbol doa, harapan, dan penghormatan yang tulus. Ritual ini masih rutin hadir dalam berbagai acara resmi pemerintahan maupun masyarakat di Kayong Utara hingga hari ini.
Syair Gulung, Sastra Lisan yang Memuat Kearifan
Melayu Kayong memiliki kesenian khas yang membedakannya dari daerah lain — Syair Gulung. Syair ini dibawakan dengan untaian kata-kata indah yang halus dan penuh budi bahasa, mencerminkan kelembutan karakter masyarakat Melayu Kayong. Selain itu, tradisi lisan seperti becerite turut menjadi media pewarisan nilai-nilai leluhur yang tetap relevan bagi generasi muda.
Rebana, Irama yang Mengiringi Setiap Perayaan
Kesenian rebana telah hadir sejak era Kesultanan Tanjungpura dan terus dimainkan hingga kini. Alunan rebana selalu hadir dalam momen-momen penting seperti gunting rambut, pernikahan, dan peringatan hari-hari bersejarah. Iramanya yang khas menjadi penanda bahwa suatu perayaan benar-benar berlangsung dengan khidmat dan meriah.
Saprahan, Tradisi Makan Bersama yang Mempererat Silaturahmi
Saprahan adalah tradisi makan bersama khas Melayu Kalbar yang juga dikenal di Kayong Utara. Peserta duduk bersila dalam kelompok kecil di atas kain saprah, menikmati hidangan bersama sebagai wujud kebersamaan dan kesetaraan. Tradisi ini mengajarkan bahwa tidak ada perbedaan status di meja makan — semua duduk setara dan menikmati rezeki bersama.
Warisan budaya Melayu Kayong adalah identitas yang perlu terus dijaga. Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi-tradisi ini adalah jangkar yang menghubungkan masyarakat Kayong Utara dengan akar peradaban mereka yang kaya dan bermartabat.
Baca juga:
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Kayong Utara Gotong Royong Massal Sambut MTQ Kalbar ke-34