Cara Cek Hotspot Karhutla di HP, Mudah dan Bisa Dilakukan Siapa Saja

0

Di tengah musim kemarau yang melanda Kalimantan Barat termasuk Kayong Utara, kemampuan memantau titik panas (hotspot) secara mandiri dari HP menjadi informasi yang sangat berguna. Data hotspot diperbarui setiap hari sehingga kamu bisa memantau perkembangan titik api karhutla terbaru tiap harinya. Berikut tiga cara mudah yang bisa langsung dipraktikkan!

1. Sipongi dari Kementerian Kehutanan

Sipongi adalah pilihan paling lengkap untuk memantau karhutla di Indonesia. Unduh dan instal aplikasi Sipongi di Google Play Store. Setelah terbuka, tampilan utama langsung menampilkan peta hotspot dengan titik-titik berwarna sesuai tingkat kerawanan. Tap titik mana pun di peta untuk melihat detail hotspot, atau lihat daftar lengkapnya di menu Info Hotspot. Gunakan tombol filter untuk mengatur tampilan peta berdasarkan satelit dan layer, serta pilih wilayah tertentu lewat tombol di header untuk menyaring peta berdasarkan provinsi.

Warna titik pada peta memiliki arti penting. Hijau menunjukkan tingkat kepercayaan rendah (0-29%), kuning sedang (30-79%), dan merah tinggi (80-100%) yang perlu lebih diperhatikan.

2. Google Maps dengan Fitur Wildfire

Ternyata Google Maps yang ada di HP kamu sudah bisa menampilkan lokasi kebakaran hutan! Buka aplikasi Google Maps, arahkan peta ke wilayah Kalimantan yang ingin dipantau, tekan menu Layers atau Lapisan, kemudian cari pilihan Wildfires atau Kebakaran Hutan. Fitur ini cocok untuk mendapatkan gambaran awal dengan cepat. Namun sebaiknya bandingkan dengan data Sipongi atau BMKG untuk informasi yang lebih detail dan akurat.

3. Citra Polar Hotspot BMKG

BMKG menyediakan layanan Citra Polar Hotspot yang menampilkan citra satelit terbaru untuk membantu melihat lokasi hotspot di Indonesia. Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari menggunakan sensor VIIRS dan MODIS. Akses melalui website resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG di HP kamu. Halaman menampilkan peta citra satelit dan deteksi hotspot secara berkala — cocok untuk memantau kondisi udara sekaligus persebaran titik panas secara bersamaan.

Yang terpenting, gunakan ketiga sumber ini sebagai referensi awal. Untuk keputusan soal keselamatan, tetap utamakan arahan pemerintah daerah dan petugas berwenang di lapangan.

Baca juga:
Daud Yordan, Legenda Tinju Dunia dari Kayong Utara yang Menginspirasi Generasi Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *