Bupati Romi Apresiasi Pelatihan Calon Kepala SD Kayong Utara yang Terwujud Tanpa APBD

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Jenjang SD Tahun 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026). Program ini terwujud melalui kolaborasi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara.
Solusi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dukungan ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi efisiensi anggaran daerah pada 2026 menyebabkan program pelatihan calon kepala sekolah tidak dapat dialokasikan melalui APBD. Kolaborasi antarlembaga menjadi solusi nyata agar program penting ini tetap dapat berjalan.
Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Perubahan
Dalam sambutannya, Bupati Romi menegaskan bahwa keberadaan kepala sekolah yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan visioner merupakan fondasi utama peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Kepala sekolah bukan sekadar pejabat yang memimpin satuan pendidikan, melainkan pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembangun budaya sekolah, sekaligus teladan bagi para guru dan peserta didik,” terangnya.
Ia juga mengimbau para peserta untuk tidak memandang pelatihan ini sekadar prosedur administratif, melainkan sebagai proses menempa diri menjadi pemimpin pendidikan yang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
“Saya berharap pelatihan ini melahirkan agen-agen perubahan yang mampu membawa satuan pendidikan di Kayong Utara menjadi lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Baca juga:
Gubernur Ria Norsan Terima Konsul Malaysia yang Baru, Perkuat Sinergi Kalbar dan Sarawak