Mengenal Eks Tangsi Militer Belanda Sukadana, Cagar Budaya Abad ke-19 yang Masih Berdiri di Kayong Utara

0

Di Jalan Tanah Merah, Dusun Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, berdiri sebuah kompleks bangunan bersejarah yang menjadi salah satu cagar budaya paling penting di Kabupaten Kayong Utara — Eks Tangsi Militer Belanda Sukadana. Bangunan peninggalan kolonial abad ke-19 ini masih berdiri kokoh hingga hari ini, berdampingan dengan Kantor PLN Rayon Sukadana.

Lahir dari Perjanjian 1831

Pembangunan kompleks Tangsi Militer Belanda di Sukadana tidak terlepas dari sejarah masuknya kembali Pemerintah Hindia Belanda ke wilayah ini. Pada 10 Maret 1831, dilaksanakan pertemuan di Batavia antara Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Sukadana Tengku Akil untuk membuat kontrak perjanjian. Salah satu isi perjanjian menyebutkan bahwa Belanda akan menempatkan satu Detasemen Militer dan membangun Tangsi Militer dengan biaya 1.600 Gulden.

Sejak itulah kompleks tangsi ini dibangun — lengkap dengan kantor, barak militer, penjara, ruang jaga, gudang senjata, hingga diduga sebuah menara pengawas.

Saksi Bisu Perlawanan Rakyat Kayong

Dari tangsi inilah Belanda pernah memerangi perlawanan rakyat Kerajaan Simpang dalam Perang Belangkait dan Perang Tumbang Titi di hulu Ketapang. Kawasan Jalan Tanah Merah sendiri dulunya merupakan kawasan pemukiman petugas sipil dan militer Belanda — menjadikannya pusat kekuasaan kolonial di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Kini Jadi Cagar Budaya Resmi

Eks Tangsi Militer Belanda Sukadana kini telah ditetapkan sebagai salah satu dari enam cagar budaya resmi Kabupaten Kayong Utara melalui SK Bupati. Bangunan berusia lebih dari 100 tahun ini menjadi pengingat nyata bahwa Tanah Kayong pernah menjadi bagian dari peta kekuasaan kolonial — dan rakyatnya pernah berjuang untuk merdeka.

Baca juga:
Gua Nek Takon Sukadana, Situs Prasejarah Cikal Bakal Nenek Moyang Masyarakat Kayong Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *